Label

Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Januari 2014

Video Makna Puasa


Mari kita berpuasa kawan.. Dan kalau berpuasa jangan bermalas - malasan ya kawan, juga perbanyak ibadah kita. Agar puasa kita semakin barakah. Amin.

Jumat, 03 Januari 2014

Komparasi al - khulafa al - Rasyidin dan Dinasti Umayah

Berikut beberapa perbandingan tersebut, di antaranya. (Rahman, 1977 (1): 98-99) sebagai berikut :

1. Pada masa khulafa al Rasyidin sistem pemerintahan dijalankan atas dasar al - Qur'an, hadis, dan Ijma', sedangkan pada masa Dinasti Umayah dalam menjalankan roda pemerintahan, perintah khalifah segala - galanya dan harus di patuhi.

2. Pada masa khulafa al - Rasyidin, khalifah menganggap sebagai pelayan masyarakat, sedangkan para khalifah Dinasti Umayah, menganggap diri mereka sebagai penguasa.

3. Pada masa khulafa al - rasyidin bertahan karena dukungan rakyat, sedangkan Dinasti Umayah para khalifah bertahan dengan kekuatan.

4. Pada masa khulafa al - Rasyidin tidak ada satu suku yang berkuasa penuh dan terus menerus, sedangkan pada masa Dinasti Umayah dalam kekhalifahan hanya merekalah yang menguasai.


Senin, 23 September 2013

Pengertian dan Sejarah Fotografi

I. PENDAHULUAN
Secara sekilas melakukan potret-memotret adalah perkara yang mudah. Fotografi bukan lagi sebuah bidang yang hanya digeluti oleh segelintir orang dengan keahlian khusus pula, namun kini hamper semua orang familiar dengan dunia “mat kodak” ini. Bahkan kini, fotografi digital menjadi kebutuhan setiap orang, apalagi ditunjang dengan hadirnya kamera digial yang tertanam pada ponsel dengan teknologi yang tak kalah dengan kamera-lamera biasa.
Fotografi menjadi sebuah dunia yang kian merakyat dan inklusif. Fotografi juga erat kaitannya dengan dunia jurnalistik. Foto bisa dijadikan sebagai penyempurna berita dan bisa memberikan gambaran dari berita tersebut. Foto dalam berita juga terkadang memiliki seni-seni tersendiri, atau bisa di katakan fotografi
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai fotografi, maka dalam makalah ini akan di uraikan beberapa permasalahan mengenai fotografi.
II. RUMUSAN MASALAH

Etika Jurnalistik

I. PENDAHULUAN
Ada pihak yang merasa resah dengan adanya kebebasan pers. Keresahan itu dinyatakan dalam bentuk ungkapan yang berbunyi “Kebebasan pers tanpa batas”, padahal tidak ada kebebasan yang tidak memiliki batas di dalam masyarakat modern, termasuk di Negara paling liberal sekalipun. Tak terkecuali di lingkungan masyarakat primitive. Mereka bahkan menganut aturan-aturan tertentu dalam menjalankan keprimitifannya.
Entah itu tulisan jurnalis dipublikasikan di Koran, online di web atau lewat siaran radio dan televisi, jurnalis harus mengikuti aturan moral dan hukum sebagaimana diatur dalam undang-undang spesifik dan pedoman serta prinsip dasar umum. Beberapa aturan dan prinsip ini dinamakan “etika”. Hukum dan etika adalah pedoman bagi jurnalis untuk menjawab persoalan yang cukup rumit dalam mengumpulkan berita, pelaporan, penulisan, dan editing.[1]
Apakah yang membatasi pers dalam menjalankan kebebasannya, yang dinilai sebagai hak yang asasi itu? Setidaknya ada empat hal yang perlu dipertimbangkan setiap orang saat berbicara soal kebebasan pers, yaitu: undang-undang (UU) dan hukum positif (delik pers), konsep atau sistem nilai yang dianut masyarakat, kode etik, dan teori jurnalisme. Berikut beberapa penjelasan mengenai etika jurnalistik yang akan diuraikan dalam makalah ini.
II. RUMUSAN MASALAH
A.     KODE ETIK JURNALISTIK
B.     MACAM-MACAM DELIK
C.     UNDANG-UNDANG PERS DAN PENYIARAN

Rabu, 18 September 2013

INTERNAL PUBLIC RELATIONS

I.  PENDAHULUAN
Lembaga public Relations di Amerika Serikat mendefinisikan Public Relations sebagai “usaha yang direncanakan secara terus-menerus dengan sengaja, guna membangun dan mempertahankan pengertian timbal-balik antara organisasi dan masyarakat”.
Pengertian yang timbal-balik itu menuntut penghargaan terhadap kekuatan dan kelemahan, peluang, sasaran dan pengakuan atau penerimaan terhadap kebutuhan setiap kelompok yang mempunyai kepentingan di dalamnya. Sedangkan proses komunikasi dalam Public Relation adalah proses dari kedua belah pihak, yang membutuhkan perhatian lewat mata, telinga, dan mulut. Usaha ini harus disadari secara penuh, ditentukan secara selektif, dan dilakukan secara bertahap dari waktu ke waktu.[1]
Sasaran utama dari Public Relations modern ini disebut “public”, yaitu sekelompok orang, baik dalam satu wilayah maupun yang tersebar, namun mempunyai satu kepentingan atau masalah yang sama dengan memerlukan penyelesaian. Dua macam public adalah :

PERKEMBANGAN MULTIMEDIA

I.  PENDAHULUAN
Saat ini manfaat perkembangan teknologi multimedia sangatlah diperlukan dalam berbagai bidang di seluruh dunia, seperti bidang pendidikan, kesehatan, publikasi/periklanan, pertanian, sistem manajemen pemerintahan, dan lain-lain.
Istilah “multimedia” bisa punya makna berlainan bagi lain orang. Bagi sejumlah orang, multimedia berarti seseorang duduk di terminal komputer dan menerima presentasi yang terdiri atas; teks on-screen, grafik atau animasi on-screen, dan suara yang dating dari speaker komputer. Saat digunakan sebagai kata benda, multimedia merujuk pada teknologi untuk menyajikan materi verbal dan visual. [1]
Multimedia dapat diartikan sebagai penggunaan beberapa media yang berbeda untuk menggabungkan dan menyampaikan informasi dalam bentuk text, audio, grafik, animasi, dan video. Beberapa definisi menurut beberapa ahli: (1.) Kombinasi dari komputer dan video. (2) Kombinasi dari tiga elemen: suara, gambar, dan teks (3.) Kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output. Media ini dapat berupa audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar (4.) Alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan video (Robin dan Linda, 2001) (5.) Multimedia dalam konteks komputer menurut Hofstetter 2001 adalah: pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, video, dengan menggunakan tool yang memungkinkan pemakai berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi.[2]
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang teknologi multimedia, maka dalam makalah ini akan kami bahas beberapa permasalahan.

II.  RUMUSAN MASALAH
A.    Perkembangan Teknologi Multimedia
B.     Multimedia Bergerak
C.     Multimedia Mengubah Wajah Dunia

PORNOGRAFI DALAM MEDIA MASSA

I.  PENDAHULUAN
Pada awalnya ketika masyarakat belum terbuka seperti sekarang ini, begitu pula media massa dan teknologi komunikasi belum berkembang seperti saat ini, semua bentuk pencabulan atau tindakan-tindakan yang jorok dengan menonjolkan obyek seks disebut dengan kata “porno”. Kemudian ketika ide-ide porno itu sudah dapat dilukiskan atau di ukir pada lembaran-lembaran kertas atau kanvas dan terutama ketika penemuan mesin cetak di abad ke-14 sehingga masyarakat telah bisa memproduksi hasil-hasil cetakan termasuk gambar-gambar porno, maka istilah pornografi menjadi sangat sering digunakan untuk menandai gambar-gambar porno saat itu sampai saat ini.
Media baik elektronik maupun cetak saat ini banyak disorot sebagai salah satu penyebab utama menurunnya moral umat manusia termasuk juga remaja. Berbagai tayangan yang sangat menonjolkan aspek pornografi diyakini sangat erat hubungannya dengan meningkatnya berbagai kasus kekerasan seksual. Dengan semakin majunya teknologi komunikasi, saat ini hamper tidak ada satupun kekuatan yang mampu mengendalikan atau melakukan sensor terhadap berita maupun hiburan termasuk berita atau tayangan yang termasuk dalam kategori pornografi.
Untuk lebih memahami lagi tentang pornografi dalam media massa, maka dalam makalah ini penulis akan membahas beberapa masalah tentang pornografi dalam media massa.
II. RUMUSAN MASALAH
a.      Pengertian pornografi
b.      Pornografi dalam media massa
c.       Akibat dari pornografi
d.      Undang-undang tentang pornografi

Rabu, 19 Desember 2012

Makalah Tasawuf

I.                   PENDAHULUAN

Perikehidupan (sirah) Nabi SAW merupakan benih – benih tasawuf, yaitu pribadi Nabi yang sederhana, zuhud, dan tidak pernah terpesona oleh kemewahan dunia. Cara beribadah Nabi juga merupakan cikal bakal tasawuf. Nabi SAW adalah orang yang paling tekun beribadah. Dalam satu riwayat di sebutkan bahwa pada suatu malam, Nabi mengerjakan Shalat malam. Saat itu lututnya bergetar karena panjang dan banyaknya rakaat serta kekhusyukan beliau dalam shalatnya. Tatkala rukuk dan sujud terdengar suara tangisnya, namun beliau tetap terus melakukan shalat sampai suara adzan bilal bin rabah terdengar di waktu subuh. Melihat Nabi Muhammad demikian tekun melakukan shalat, Aisyah bertanya, “Wahai junjunganku, bukanlah dosamu yang terdahulu dan akan datang telah di ampuni Allah, kenapa engkau masih terlalu banyak melakukan shalat?” Nabi menjawab “Aku ingin menjadi hamba yang banyak bersyukur.” H.R Bukhari dan Muslim.

Tradisi Fenomenologi (Teori Komunikasi)


Tradisi Fenomenologi
            Tradisi fenomenologi berkonsentrasi pada pengalaman pribadi termasuk bagian dari individu – individu yang ada saling memberikan pengalaman satu sama lainnya. Komunikasi di pandang sebagai proses berbagi pengalaman atau informasi antar individu melalui dialog. Hubungan baik antar individu mendapat kedudukan yang tinggi dalam tradisi ini. Dalam tradisi ini mengatakan bahwa bahasa adalah mewakili suatu pemaknaan terhadap benda. Jadi, satu kata saja sudah dapat memberikan pemaknaan pada suatu hal yang ingin di maknai.
            Inti dari tradisi fenomenologi adalah mengamati kehidupan dalam keseharian dalam suasana yang alamiah. Tradisi memandang manusia secara aktif mengintrepretasikan pengalaman mereka sehingga mereka dapat memahami lingkungannya melalui pengalaman personal dan langsung dengan lingkungannya. Titik berat tradisi fenomenologi adalah Pada bagaimana individu mempersepsi serta memberikan interpretasi pada pengalaman subyektifnya. Adapun varian dari tradisi Fenomenologi ini adalah,:

Selasa, 22 Mei 2012

Manajemen (Etika dan tanggungjawab Sosial


I.                  PENDAHULUAN

Tanggung jawab sosial dapat diartikan sebagai wujub pelaksanaan etika dalam organisasi. Tanggung jawab sosial juga dapat dapat di didefinisikan  sebagai kewagai kewajiban persahaan untuk merumuskan kebijakan, mengambil keputusan, dan melaksanakan tindakan yang memberikan manfaat kepda masyarakatsayangnya, karena tidak ada kesepahaman yang kuat tentang kepada siapa dan untuk apa perusahaan bertanggun jawab sosial, akan sulit bagi manajer untuk mengetahui apa yang diaggap sebagai perilaku perusahaan yang bertanggung jawab sosial. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan eksternal perusahaan melalui berbagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka penjagaan lingkungan, norma masyarakat, partisipasi pembangunan, serta berbagai bentuk tanggung jawab sosial lainnya
Semakin besar suatu organisasi, maka semakin besar pula tuntutan masyarakat terhadap organisasi tersebut. Banyak lembaga bisnis yang menggunakan segala cara untuk memenangkan persaingan oleh karena itu, di harapkan manager dapat menjalankan bisnis yang memenuhi syarat dalam etika bisnis, baik secara moral maupun norma masyarakat.

II.               PERMASALAHAN

a.       Apa alasan perusahaan menerapkan tanggung jawab sosial dan apa manfaatnya ?
b.      Kepada siapa saja peran tanggung jawab sosial diterapkan?
c.       Apa Strategi Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan?
d.      Apa pengertian etika manajemen?