Mari kita berpuasa kawan.. Dan kalau berpuasa jangan bermalas - malasan ya kawan, juga perbanyak ibadah kita. Agar puasa kita semakin barakah. Amin.
Label
- artikel (4)
- cerpen (3)
- lagu (1)
- makalah (10)
- my life (6)
- pandangan saya (2)
- sepatu lukis (4)
- seputar dunia (13)
Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan
Kamis, 16 Januari 2014
Video Makna Puasa
Mari kita berpuasa kawan.. Dan kalau berpuasa jangan bermalas - malasan ya kawan, juga perbanyak ibadah kita. Agar puasa kita semakin barakah. Amin.
Jumat, 03 Januari 2014
Komparasi al - khulafa al - Rasyidin dan Dinasti Umayah
Berikut beberapa perbandingan tersebut, di antaranya. (Rahman, 1977 (1): 98-99) sebagai berikut :
1. Pada masa khulafa al Rasyidin sistem pemerintahan dijalankan atas dasar al - Qur'an, hadis, dan Ijma', sedangkan pada masa Dinasti Umayah dalam menjalankan roda pemerintahan, perintah khalifah segala - galanya dan harus di patuhi.
2. Pada masa khulafa al - Rasyidin, khalifah menganggap sebagai pelayan masyarakat, sedangkan para khalifah Dinasti Umayah, menganggap diri mereka sebagai penguasa.
3. Pada masa khulafa al - rasyidin bertahan karena dukungan rakyat, sedangkan Dinasti Umayah para khalifah bertahan dengan kekuatan.
4. Pada masa khulafa al - Rasyidin tidak ada satu suku yang berkuasa penuh dan terus menerus, sedangkan pada masa Dinasti Umayah dalam kekhalifahan hanya merekalah yang menguasai.
1. Pada masa khulafa al Rasyidin sistem pemerintahan dijalankan atas dasar al - Qur'an, hadis, dan Ijma', sedangkan pada masa Dinasti Umayah dalam menjalankan roda pemerintahan, perintah khalifah segala - galanya dan harus di patuhi.
2. Pada masa khulafa al - Rasyidin, khalifah menganggap sebagai pelayan masyarakat, sedangkan para khalifah Dinasti Umayah, menganggap diri mereka sebagai penguasa.
3. Pada masa khulafa al - rasyidin bertahan karena dukungan rakyat, sedangkan Dinasti Umayah para khalifah bertahan dengan kekuatan.
4. Pada masa khulafa al - Rasyidin tidak ada satu suku yang berkuasa penuh dan terus menerus, sedangkan pada masa Dinasti Umayah dalam kekhalifahan hanya merekalah yang menguasai.
Senin, 23 September 2013
Pengertian dan Sejarah Fotografi
I. PENDAHULUAN
Secara sekilas melakukan potret-memotret
adalah perkara yang mudah. Fotografi bukan lagi sebuah bidang yang hanya
digeluti oleh segelintir orang dengan keahlian khusus pula, namun kini hamper
semua orang familiar dengan dunia “mat kodak” ini. Bahkan kini, fotografi
digital menjadi kebutuhan setiap orang, apalagi ditunjang dengan hadirnya
kamera digial yang tertanam pada ponsel dengan teknologi yang tak kalah dengan
kamera-lamera biasa.
Fotografi menjadi sebuah dunia yang kian
merakyat dan inklusif. Fotografi juga erat kaitannya dengan dunia jurnalistik.
Foto bisa dijadikan sebagai penyempurna berita dan bisa memberikan gambaran
dari berita tersebut. Foto dalam berita juga terkadang memiliki seni-seni
tersendiri, atau bisa di katakan fotografi
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai
fotografi, maka dalam makalah ini akan di uraikan beberapa permasalahan
mengenai fotografi.
II.
RUMUSAN MASALAH
Etika Jurnalistik
I. PENDAHULUAN
Ada pihak yang merasa resah dengan
adanya kebebasan pers. Keresahan itu dinyatakan dalam bentuk ungkapan yang
berbunyi “Kebebasan pers tanpa batas”, padahal tidak ada kebebasan yang tidak
memiliki batas di dalam masyarakat modern, termasuk di Negara paling liberal
sekalipun. Tak terkecuali di lingkungan masyarakat primitive. Mereka bahkan
menganut aturan-aturan tertentu dalam menjalankan keprimitifannya.
Entah itu tulisan jurnalis
dipublikasikan di Koran, online di web atau lewat siaran radio dan
televisi, jurnalis harus mengikuti aturan moral dan hukum sebagaimana diatur
dalam undang-undang spesifik dan pedoman serta prinsip dasar umum. Beberapa
aturan dan prinsip ini dinamakan “etika”. Hukum dan etika adalah pedoman bagi
jurnalis untuk menjawab persoalan yang cukup rumit dalam mengumpulkan berita,
pelaporan, penulisan, dan editing.[1]
Apakah yang membatasi pers dalam
menjalankan kebebasannya, yang dinilai sebagai hak yang asasi itu? Setidaknya
ada empat hal yang perlu dipertimbangkan setiap orang saat berbicara soal
kebebasan pers, yaitu: undang-undang (UU) dan hukum positif (delik pers),
konsep atau sistem nilai yang dianut masyarakat, kode etik, dan teori
jurnalisme. Berikut beberapa penjelasan mengenai etika jurnalistik yang akan
diuraikan dalam makalah ini.
II. RUMUSAN MASALAH
A. KODE ETIK JURNALISTIK
B. MACAM-MACAM DELIK
C. UNDANG-UNDANG PERS DAN PENYIARAN
Rabu, 18 September 2013
INTERNAL PUBLIC RELATIONS
I. PENDAHULUAN
Lembaga public
Relations di Amerika Serikat mendefinisikan Public Relations sebagai
“usaha yang direncanakan secara terus-menerus dengan sengaja, guna membangun
dan mempertahankan pengertian timbal-balik antara organisasi dan masyarakat”.
Pengertian yang
timbal-balik itu menuntut penghargaan terhadap kekuatan dan kelemahan, peluang,
sasaran dan pengakuan atau penerimaan terhadap kebutuhan setiap kelompok yang
mempunyai kepentingan di dalamnya. Sedangkan proses komunikasi dalam Public
Relation adalah proses dari kedua belah pihak, yang membutuhkan perhatian
lewat mata, telinga, dan mulut. Usaha ini harus disadari secara penuh,
ditentukan secara selektif, dan dilakukan secara bertahap dari waktu ke waktu.[1]
Sasaran utama
dari Public Relations modern ini disebut “public”, yaitu
sekelompok orang, baik dalam satu wilayah maupun yang tersebar, namun mempunyai
satu kepentingan atau masalah yang sama dengan memerlukan penyelesaian. Dua
macam public adalah :
PERKEMBANGAN MULTIMEDIA
I. PENDAHULUAN
Saat ini manfaat perkembangan
teknologi multimedia sangatlah diperlukan dalam berbagai bidang di seluruh
dunia, seperti bidang pendidikan, kesehatan, publikasi/periklanan, pertanian,
sistem manajemen pemerintahan, dan lain-lain.
Istilah “multimedia” bisa punya
makna berlainan bagi lain orang. Bagi sejumlah orang, multimedia berarti
seseorang duduk di terminal komputer dan menerima presentasi yang terdiri atas;
teks on-screen, grafik atau animasi on-screen, dan suara yang dating dari
speaker komputer. Saat digunakan sebagai kata benda, multimedia merujuk pada
teknologi untuk menyajikan materi verbal dan visual. [1]
Multimedia dapat diartikan
sebagai penggunaan beberapa media yang berbeda untuk menggabungkan dan
menyampaikan informasi dalam bentuk text, audio, grafik, animasi, dan video. Beberapa definisi menurut beberapa ahli: (1.) Kombinasi dari komputer dan video. (2) Kombinasi dari tiga elemen: suara, gambar, dan teks (3.) Kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output. Media ini dapat
berupa audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar (4.) Alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang
mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan video (Robin dan Linda, 2001)
(5.) Multimedia dalam konteks komputer menurut Hofstetter 2001 adalah:
pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio,
video, dengan menggunakan tool yang memungkinkan pemakai berinteraksi,
berkreasi, dan berkomunikasi.[2]
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang teknologi
multimedia, maka dalam makalah ini akan kami bahas beberapa permasalahan.
II. RUMUSAN MASALAH
A.
Perkembangan Teknologi Multimedia
B.
Multimedia Bergerak
C.
Multimedia Mengubah Wajah Dunia
PORNOGRAFI DALAM MEDIA MASSA
I. PENDAHULUAN
Pada awalnya
ketika masyarakat belum terbuka seperti sekarang ini, begitu pula media massa
dan teknologi komunikasi belum berkembang seperti saat ini, semua bentuk
pencabulan atau tindakan-tindakan yang jorok dengan menonjolkan obyek seks
disebut dengan kata “porno”. Kemudian ketika ide-ide porno itu sudah dapat
dilukiskan atau di ukir pada lembaran-lembaran kertas atau kanvas dan terutama
ketika penemuan mesin cetak di abad ke-14 sehingga masyarakat telah bisa
memproduksi hasil-hasil cetakan termasuk gambar-gambar porno, maka istilah
pornografi menjadi sangat sering digunakan untuk menandai gambar-gambar porno
saat itu sampai saat ini.
Media baik
elektronik maupun cetak saat ini banyak disorot sebagai salah satu penyebab
utama menurunnya moral umat manusia termasuk juga remaja. Berbagai tayangan
yang sangat menonjolkan aspek pornografi diyakini sangat erat hubungannya
dengan meningkatnya berbagai kasus kekerasan seksual. Dengan semakin majunya
teknologi komunikasi, saat ini hamper tidak ada satupun kekuatan yang mampu
mengendalikan atau melakukan sensor terhadap berita maupun hiburan termasuk
berita atau tayangan yang termasuk dalam kategori pornografi.
Untuk lebih
memahami lagi tentang pornografi dalam media massa, maka dalam makalah ini
penulis akan membahas beberapa masalah tentang pornografi dalam media massa.
II. RUMUSAN MASALAH
a.
Pengertian pornografi
b.
Pornografi dalam media massa
c.
Akibat dari pornografi
d.
Undang-undang tentang pornografi
Rabu, 19 Desember 2012
Makalah Tasawuf
I.
PENDAHULUAN
Perikehidupan
(sirah) Nabi SAW merupakan benih – benih tasawuf, yaitu pribadi Nabi yang
sederhana, zuhud, dan tidak pernah terpesona oleh kemewahan dunia. Cara
beribadah Nabi juga merupakan cikal bakal tasawuf. Nabi SAW adalah orang yang
paling tekun beribadah. Dalam satu riwayat di sebutkan bahwa pada suatu malam,
Nabi mengerjakan Shalat malam. Saat itu lututnya bergetar karena panjang dan
banyaknya rakaat serta kekhusyukan beliau dalam shalatnya. Tatkala rukuk dan
sujud terdengar suara tangisnya, namun beliau tetap terus melakukan shalat
sampai suara adzan bilal bin rabah terdengar di waktu subuh. Melihat Nabi
Muhammad demikian tekun melakukan shalat, Aisyah bertanya, “Wahai junjunganku, bukanlah dosamu yang terdahulu dan akan datang
telah di ampuni Allah, kenapa engkau masih terlalu banyak melakukan shalat?” Nabi
menjawab “Aku ingin menjadi hamba yang
banyak bersyukur.” H.R Bukhari dan Muslim.
Tradisi Fenomenologi (Teori Komunikasi)
Tradisi Fenomenologi
Tradisi
fenomenologi berkonsentrasi pada pengalaman pribadi termasuk bagian dari
individu – individu yang ada saling memberikan pengalaman satu sama lainnya.
Komunikasi di pandang sebagai proses berbagi pengalaman atau informasi antar
individu melalui dialog. Hubungan baik antar individu mendapat kedudukan yang
tinggi dalam tradisi ini. Dalam tradisi ini mengatakan bahwa bahasa adalah
mewakili suatu pemaknaan terhadap benda. Jadi, satu kata saja sudah dapat
memberikan pemaknaan pada suatu hal yang ingin di maknai.
Inti dari tradisi
fenomenologi adalah mengamati kehidupan dalam keseharian dalam suasana yang
alamiah. Tradisi memandang manusia secara aktif mengintrepretasikan pengalaman
mereka sehingga mereka dapat memahami lingkungannya melalui pengalaman personal
dan langsung dengan lingkungannya. Titik berat tradisi fenomenologi adalah Pada
bagaimana individu mempersepsi serta memberikan interpretasi pada pengalaman
subyektifnya. Adapun varian dari tradisi Fenomenologi ini adalah,:
Selasa, 22 Mei 2012
Manajemen (Etika dan tanggungjawab Sosial
I.
PENDAHULUAN
Tanggung jawab sosial
dapat diartikan sebagai wujub pelaksanaan etika dalam organisasi. Tanggung
jawab sosial juga dapat dapat di didefinisikan sebagai kewagai kewajiban persahaan untuk
merumuskan kebijakan, mengambil keputusan, dan melaksanakan tindakan yang
memberikan manfaat kepda masyarakatsayangnya, karena tidak ada kesepahaman yang
kuat tentang kepada siapa dan untuk apa perusahaan bertanggun jawab sosial,
akan sulit bagi manajer untuk mengetahui apa yang diaggap sebagai perilaku
perusahaan yang bertanggung jawab sosial. Tanggung
Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate
Social Responsibility adalah
bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan eksternal perusahaan melalui
berbagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka penjagaan lingkungan, norma
masyarakat, partisipasi pembangunan, serta berbagai bentuk tanggung jawab
sosial lainnya
Semakin besar suatu
organisasi, maka semakin besar pula tuntutan masyarakat terhadap organisasi
tersebut. Banyak lembaga bisnis yang menggunakan segala cara untuk memenangkan
persaingan oleh karena itu, di harapkan manager dapat menjalankan bisnis yang
memenuhi syarat dalam etika bisnis, baik secara moral maupun norma masyarakat.
II.
PERMASALAHAN
a. Apa
alasan perusahaan menerapkan tanggung jawab sosial dan apa manfaatnya ?
b. Kepada
siapa saja peran tanggung jawab sosial diterapkan?
c. Apa Strategi Pengelolaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan?
d. Apa
pengertian etika manajemen?
Langganan:
Postingan (Atom)