Label

Rabu, 02 Januari 2013

MAHASISWA YANG BERFUNGSI




Mahasiswa sering disebut-sebut sebagai agen social of change. Tapi, apakah benar demikian? Malah terkadang mahasiswa pun tak paham dengan julukan tersebut. Mahasiswa adalah ras tersendiri yang dilahirkan dari tangan-tangan pendidikan bernama perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Dari situlah makhluk-makhluk berjuluk mahasiswa dilahirkan. Perguruan tinggi bukan hanya sekedar sebagai tempat belajar, mencatat, membaca, pulang dan tidur. Tapi perguruan tinggi juga memiliki andil penting dalam pembentukan karakter mahasiswa, tempat penggemblengan watak, jiwa, dan pemikiran yang berkarakter intelektual yang memiliki ancang-ancang tuntutan perubahan idealisme yang salah di Negara ini.
Mahasiswa dalam peraturan pemerintah RI No. 30 tahun 1990 mengandung pengertian adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di Perguruan Tinggi tertentu. Sedangkan menurut Sarwono (1978) mahasiswa adalah setiap orang yang secara resmi terdaftar untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi dengan batas usia 18 – 30 tahun.
Tetapi pada hakekatnya, mahasiswa tidak hanya dalam pengertian sempit seperti itu. Mencantumkan nama kita di deretan nama mahasiswa di suatu perguruan tinggi hanyalah sebuah syarat administratif, sedangkan pengertian mahasiswa secara luas tidak dapat diuraikan dengan mudah dan praktis. Mahasiswa adalah agen perubahan sosial. Seorang mahasiswa memiliki kedudukan peringkat tersendiri di mata masyarakat, dan di wajibkan memiliki kepekaan terhadap permasalahan sosial.
Mahasiswa yang digambarkan sebagai pemuda-pemudi bangsa, diharapkan dapat melakukan perubahan terhadap problematika-problematika Negara yang secara umum didapat dari buah karya warisan generasi-generasi sebelum mereka. Mahasiswa dituntut secara umum harus mau bergulat dengan masalah-masalah warisan yang semakin hari semakin rumit. Bukan hanya itu, mahasiswa juga memiliki tantangan dalam mewujudkan pengertian mahasiswa yang sesungguhnya. Tantangan dari pihak lain, yang berupa mahalnya biaya administratif untuk menyandang gelar sebagai seorang mahasiswa. Semakin mahalnya biaya pendidikan, sering kali tidak dibarengi dengan perbaikan sistem pendidikan yang ada, yang secara langsung mencekik mereka secara halus.
Sumpah pemuda yang digembar-gemborkan sekian puluh tahun lamanya, sekarang terkikis sedikit demi sedikit oleh arus modernisasi. Mahasiswa kini sudah tidak memperdulikan masalah-masalah warisan Negara. Mereka terkungkung dalam sistem pendidikan yang mengharuskan mereka lulus dengan nilai yang baik dan bekerja sesuai dengan bidang yang ia tekuni. Mereka terjebak pada besaran IPK, pembelajaran-pembelajaran yang semakin runyam dan tak mudah dimengerti oleh mahasiswa itu sendiri.
Sebagai seorang mahasiswa, berbagai julukanpun ia sandang. Ada beberapa julukan yang tersemat di diri mahasiswa;
a.   Direct of change, mahasiswa bisa melakukan perubahan langsung karena SDMnya yang banyak.
b.   Agent of change, mahasiswa angen perubahan, maksudnya sebagai pelaku perubahan.
c.   Iron Stock, sumber daya manusia dari mahasiwa itu tak pernah habis.
d.   Moral Force, mahasiswa itu adalah manusia-manusia yang bermoral baik.
e.   Social control, mahasiswa itu sebagai control kehidupan social.
Namun secara garis besar, mahasiswa memiliki tiga peran khusus, yaitu ;
Pertama, peranan moral, dunia kampus merupakan dunia dimana kita bisa dengan bebas mengekspresikan diri kita masing-masing. Dan disinilah dituntut suatu tanggungjawab moral yang baik di hadapan masyarakat.
Kedua, peranan sosial. Selain memiliki tanggungjawab bagi dirinya sendiri, mahasiswa juga memiliki tanggungjawab sosial , yaitu bahwa disetiap gerak-geriknya tidak hanya memberikan manfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga harus bermanfaat bagi lingkungan disekitarnya.
Ketiga, peranan intelektual. Mahasiswa dituntut sebagai insan yang memiliki kecerdasan intelektual yang cenderung berbeda dengan orang-orang yang di bawah jenjang pendidikannya. Mereka memiliki peran dalam membentuk hasil dari intelektualitasnya, dan sadar betul terhadap fungsi utama mahasiswa yang bergelut dengan pengetahuan dan memberikan sumbangsih yang baik bagi dunia sekitarnya.


(Silvia Khoirun Nisa)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar