Label

Jumat, 28 September 2012

PENTINGNYA MENULIS BAGI MAHASISWA


Siang ini begitu panas, terik matahari seakan menusuk – nusuk kulit. Tapi kondisi ini tidak menyurutkan semangat para mahasiswa yang melakukan demo menentang kenaikkan harga BBM. Mereka berteriak – teriak menyerukan aspirasi mereka. Panas dan polusi tak memadamkan semangat demi membela kepentingan rakyat Indonesia khususnya. Mereka memblokir jalan raya sehingga mengakibatkan kemacetan. Belum lagi, pada akhir acara itu sering kali terjadi perkelahian baik antar para demonstran ataupun para demonstran dengan para aparat keamanan. Hal semacam ini sungguh sangat tidak di harapkan karena dapat mengganggu kepentingan publik.
Mahasiswa sering di gadang – gadang sebagai agent social of change. Dimana – mana, di Universitas atau di Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta, pasti selalu memakai slogan agent social of change. Mereka selalu ingin menjadi generasi muda yang membentuk bangsa, dan menumbangkan kebijakan – kebijakan pemerintah yang tidak sesuai untuk rakyatnya, karena mereka selalu beranggapan bahwa mereka adalah penyalur aspirasi rakyat. Banyak di antara mereka yang melakukan demonstrasi untuk menyerukan suara atau buah pikiran mereka kepada pemerintah yang duduk di singgasana kepemimpinannya. Tapi hanya sedikit yang berhasil menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah. Malah, hasilnya menuai kecaman karena berakhir bentrok, tindak kekerasan dan terkadang mengganggu masyarakat sekitar. Hal seperti itu sebaiknya jangan di lakukan jika hanya akan menimbulkan kerusuhan dan bisa saja hal semacam ini membuat masyarakat tidak menaruh kepercayaan lagi ada mahasiswa.
Saat ini, kebebasan berpendapat sangat di agung – agungkan. Semua kalangan menuntut kebebasan berpendapat dapat di hargai dan diberi ruang penting dalam proses perubahan. Sehingga dari situlah muncul berbagai bentuk penyaluran aspirasi. Mahasiswa sebagai agen pembawa perubahan sosial, harus bisa memanfaatkan kebebasan berpendapat tersebut. Masyarakat sudah jenuh dengan kekerasan, mereka menuntut para generasi muda bisa membawa angin segar bagi kehidupan mereka, tapi bukan dari hal yang berbau anarki, tapi lebih dengan cara halus nan menyentuh hati para petinggi pemerintahan.
Ada banyak cara bagi mahasiswa untuk menyerukan aspirasinya. Salah satunya adalah melalui tulisan. Saat ini, kita akan sangat mudah menemukan berbagai media cetak. Hampir setiap lapisan masyarakat bisa dengan mudah menemukan informasi dari media cetak maupun media penyiaran. Media cetak, atau media – media lainnya memiliki andil penting dalam suatu penyampaian informasi. Dimana informasi tersebut dapat langsung menyebar dan menyugesti para pembacanya. Karena pers, memiliki kekuatan untuk mempengaruhi masyarakat. Apa lagi, dapat dikatakan bahwa media pers di Indonesia saat ini berkembang sangat cepat, dan tekhnologinya juga semakin canggih, seperti adanya blog, media social, dan lain – lain. Sebagai mahasiswa yang memiliki intelektualitas tinggi, seharusnya mahasiswa bisa memanfaatkan segala fasilitas yang ada di era modern jaman sekarang ini. Guna mendukung misinya sebagai agent social of change, sarana tulis menulis amat sangat membantu dalam menjalankan misinya.
Pemaknaan tulisan bukan melulu mengenai tulisan di Koran – Koran ataupun di majalah – majalah. Tulisan bisa ada dalam bentuk berbagai macam, mulai dari cerpen, puisi, sajak – sajak atau masih banyak yang lainnya. Yang bisa di sesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada, serta sasaran pembaca yang di kehendaki, juga pesan apa yang sebenarnya ingin di sampaikan. Agar penyampaian pesan lebih bisa mengena dan mudah di serap oleh para pembaca.
Namun, ada banyak kendala yang menghambat mahasiswa dalam menulis. Terkadang mahasiswa kesulitan untuk merangkai kata – kata yang dapat mengena di pikiran para pembaca. Maka, mahasiswa sering kesulitan untuk memberikan makna kata yang cocok dengan maksud dari pemikiran mereka. Tapi, dengan banyak belajar, hal yang tak mungkinpun bisa saja menjadi mungkin.
Dengan tulisan, mahasiswa akan lebih bisa leluasa mencurahkan segala aspirasinya. Tanpa menimbulkan tindak kekerasan yang malah akan menuai kontroversi di kalangan masyarakat. Tulisan membuat cara penyampaian aspirasi lebih memiliki esensi yang baik di mata masyarakat dan lebih memiliki cara yang lebih terpandang dari pada harus berdemo yang bisa memiliki akibat negatif lainnya. Tapi berdemo juga masih di katakan baik, asalkan sesuai dengan ketentuan yang ada. Tulisan juga memiliki ketentuan – ketentuan yang harus di taati agar hasil tulisan tersebut sesuai dengan apa yang diharapkan. Jadi, tulisan memiliki arti penting bagi mahasiswa khususnya dalam masalah penyaluran aspirasinya. 

by : Khanessa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar